Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 November 2012

Bumi Akan Gelap 23-25 Desember 2012

NASA memprediksi bumi akan gelap selama 3 hari di 23 desember - 25 desember 2012. Apakah ini suatu bencana atau malah anugrah? Lebih baik kita bersiap.....benar atau tidak semua adalah prediksi manusia. Berikut adalah berita yang telah banyak beredar di internet ...
Ini petikannya... (Whether it's true or not, better be prepared. No panic, stay calm, just pray. Remember to smile more, love more, forgive more...everyday. Better avoid traveling during December 2012) NASA predicts total blackout on 23-25 Dec 2012 during alignment of Universe. US scientists predict Universe change, total blackout of planet for 3 days from Dec 23 2012. It is not the end of the world, it is an alignment of the Universe, where the Sun and the earth will align for the first time. The earth will shift from the current third dimension to zero dimension, then shift to the forth dimension. During this transition, the entire Universe will face a big change, and we will see a entire brand new world. The 3 days blackout is predicted to happen on Dec 23rd, 24th and 25th....during this time, staying calm is most important, hug each other, pray pray pray, sleep for 3 nights...and those who survive will face a brand new world....for those not prepared, many will die because of fear. Be happy..., enjoy every moment now. Don't worry, pray to God everyday. There is a lot of talk about what will happen in 2012, but many people don't believe it, and don't want to talk about it for fear of creating fear and panic. We don't know what will happen, but it is worth listening to USA's NASA talk about preparation
Kesejajaran Alam Semesta (Alignment of Universe)
Ini terjemahannya ... Entah benar atau tidak, sebaiknya bersiap"lah, Jangan panik, tetap tenang, dan berdoalah. Ingatlah untuk lebih banyak senyum, lebih banyak mencintai, lebih banyak memaafkan.. setiap hari. Akan lebih baik untuk menghindari perjalanan jauh sepanjang bulan Desember 2012. NASA memperkirakan kegelapan total pada 23-35 Dec 2012 pada saat "sejajarnya alam semesta". Ilmuan US memperkirakan perubahan alam semesta, kegelapan total pada planet (bumi, red) selama 3 hari dimulai pada 23 Des 2012. Ini bukanlah akhir dari dunia, ini adalah "kesejajaran alam semesta", dimana matahari dan bumi akan berada pada satu garis lurus untuk pertama kalinya. Bumi akan bertukar tem,pat dari dimensi ke 3 ke dimensi 0, lalu bertukar lagi ke dimensi ke 4. Selama perpindahan ini, seluruh alam akan menghadapi perubahan besar, dan kita akan melihat Dunia yang benar" baru. (mungkin dimensi disini lebih ke arah posisi bumi kali yee ) Kegelapan selama 3 hari ini diperkirakan akan terjadi pada tanggal 23, 24 dan 25 Des, Selama kejadian ini terjadi, ketenangan adalah hal yang sangat dibutuhkan, saling peluk satu sama lain, berdoa, dan terus berdoa. Beristirahatlah selama 3 hari ini. Dan mereka yang bertahan akan menghadapi Dunia yang benar" baru ... bagi mereka yang tidak bersiap" akan banyak yang mati karena rasa takut. Berbahagialah, nikmati waktu yang ada mulai dari sekarang. Jangan khawatir, dan berdoalah kepada Tuhan setiap hari. Banyak sekali pembahasan tentang apa yang akan terjadi di tahun 2012, tapi banyak yang tidak percaya, karena mereka takut akan menciptakan kepanikan dan ketakutan pada semua orang. Kita tidak tahu pasti apa yang akan terjadi, tapi saya rasa tidak akan sia" untuk mempercayai NASA tentang persiapan yang harus dilakukan.

Analisa:
Dari tulisan di atas dapat dipahami bahwa NASA tidak pernah memperkirakan akan terjadi bumi gelap selama 3 hari. Memang, frasa yang digunakan di atas – “pemadaman total planet,” “keselarasan alam semesta,” “pergeseran dari dimensi ketiga saat ini ke dimensi nol,” dll – tidak ada frasa kata yang mendefinisikan terjadi kegelapan bumi selama  3 hari, semua frasa tersebut tidak ada artinya. Ini pseudo-ilmiah omong kosong. Bila pada tulisan di atas Anda temukan kata “alignment” seperti “alignment of Universe”, ini tidak memberikan arti dan makna akan terjadi perubahan dunia menuju kiamat, melainkan pada tanggal 21 Desember 2012 merupakan titik balik matahari yang mengakibatkan musim dingin di belahan bumi utara. Itu benar-benar akan terjadi. Masalahnya adalah, itu terjadi setiap tahun pada waktu yang sama dan tidak menandakan apa-apa pun.

NASA Tentang Kiamat 2012

Washington - Kiamat konon bakal terjadi tanggal 21 Desember 2012. Sebagian anggota masyarakat sedikit banyak mempercayainya, didukung oleh kisah-kisah di internet, buku ataupun film yang memperkirakan hal itu memang bakal terjadi.

Klaim yang beredar menyebutkan, akhir zaman ini disebabkan oleh tabrakan antara planet X atau Nibiru dengan bumi. Peristiwa ini konon akan menciptakan bencana maha dahsyat.

Beberapa situs internet bahkan mencatut lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA. Dikatakan bahwa NASA sebenarnya tahu mengenai planet itu, tetapi merahasiakannya dengan berbagai alasan. Namun kini NASA akhirnya angkat bicara dan menyatakan semua cerita terkait kiamat 2012 sebagai 'hoax internet'.

"Tidak ada dasar faktual dalam klaim tersebut," demikian pernyataan khusus NASA di website resminya. "Jika tabrakan bakal terjadi, astronomer sudah akan melacaknya sedikitnya dalam 1 dekade terakhir, dan planet itu akan tampak dengan mata telanjang. Namun semua itu tidaklah eksis."

Ditambahkan bahwa para ilmuwan dunia yang punya kredibilitas menyatakan tidak ada ancaman bagi bumi di tahun 2012. NASA juga menegaskan planet bumi sejak dahulu baik-baik saja, dalam periode miliaran tahun dan akan tetap seperti itu dalam waktu yang lama.

Sedangkan terkait berakhirnya kalender bangsa Maya, NASA menyatakan sesungguhnya kalender Maya tidak berakhir pada 21 Desember 2012. Akan tetapi saat itu adalah permulaan untuk periode berikutnya.

Mengenai isu tentang teori pembalikan magnet bumi yang dinilai bisa berakibat fatal, NASA juga membantahnya. "Sepengetahuan kami, pembalikan medan magnet itu tidak membahayakan kehidupan di bumi," terang NASA.

Di pihak lain, sesepuh bangsa Maya modern di Guatemala dan Meksiko juga menyatakan prediksi kiamat itu ngawur. Dinilai, kiamat 2012 sengaja diciptakan untuk tujuan komersial bangsa barat dengan mengeksploitasi kebudayaan Maya.

Sumber : http://inet.detik.com

Jumat, 16 November 2012

Lahirnya Delapan Bayi Ular Bertanduk

Untuk pertama kali dalam satu dasawarsa lebih, beberapa telur ular bertanduk menetas di National Zoo Smithsonian.

Delapan bayi ular, yang memiliki semacam tanduk peraba di hidung mereka, menetas pada 21 Oktober setelah empat tahun usaha pembiakan yang gagal, menurut pengumuman pihak kebun binatang pada Kamis (8 November).

Spesies air unik asal Asia Tenggara itu tidak terancam punah, tapi hanya ada sedikit informasi yang dimiliki tentang mereka. Hewan tersebut, yang memiliki nama ilmiah Erpeton tentaculatus, memiliki ukuran relatif kecil, sekitar 50-90 cm. Mereka adalah satu-satunya ular yang memiliki tanduk peraba di bagian kepala, yang memungkinkan reptil itu merasakan getaran ikan yang berenang di dekat mereka.

Ular bertanduk menghabiskan hidup mereka di air dan menggunakan ekor mereka untuk menstabilkan diri saat menunggu untuk menyerang mangsa. Penelitian terbaru yang dilakukan menitikberatkan pada cara ular itu menggunakan kemampuan berburu mereka untuk menangkap ikan ke dalam mulut.

Sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal “PloS ONE” pada tahun 2010 menunjukkan bahwa predator yang mahir itu telah mengembangkan sebuah mekanisme untuk menangkap mangsa mereka yang ketakutan yang berakhir sejajar dengan kepala mereka, bukan di depan rahang ular yang terbuka. Rupanya, sistem saraf mereka memungkinkan untuk memperkirakan ke arah mana ikan akan berlari saat kaget.

Ular bertanduk itu juga berkembang dalam tingkat kecepatan yang menakjubkan, yang disaksikan secara langsung para staf di kebun binatang Washington, D.C.

“Beberapa jam setelah menetas, perilaku ular itu seperti ular dewasa,” menurut pernyataan Matt Evans, penjaga di Reptile Discovery Center Smithsonian. “Insting mengambil alih dan mereka berburu. Kami tidak tahu banyak tentang spesies ini, tapi kami sudah belajar banyak hanya dengan melihat mereka tumbuh.”

Bayi-bayi ular itu mungkin akan dikirim ke kebun binatang lain ketika mereka sudah dewasa, tutur staf Smithsonian. Sementara itu, empat ular bertanduk dewasa bisa dilihat di bagian Reptile Discovery Center kebun binatang tersebut.

Oleh Megan Gannon, Editor Berita | LiveScience.com

Danau Tertinggi di Asia, Dikelilingi Tujuh Gunung

Pulau Sumatera masih menyimpan banyak lokasi wisata yang tersembunyi dan tidak diragukan lagi keindahannya. Salah satunya adalah Danau Gunung Tujuh di Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Kerinci.
Danau ini merupakan bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat, dan danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara. Ketinggian danau ini mencapai 1950 meter.

 Dinamakan Danau Gunung Tujuh karena ada tujuh puncak gunung yang mengelilinginya, antara lain, yaitu Gunung Kerinci, Gunung Hulu Tebo (2.525 meter dpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 meter dpl), Gunung Mandura Besi (2.418 meter dpl), Gunung Selasih (2.230 meter dpl), Gunung Jar Panggang (2.469 meter dpl), dan Gunung Tujuh (2.732 meter dpl) yang puncaknya paling tinggi.

Kondisi alam Danau Gunung Tujuh masih sangat alami karena belum terusik padatnya kunjungan wisatawan. Suasana alam di sini begitu menyejukkan dengan panoramanya yang indah dan alami, air danaunya pun begitu jernih. Di beberapa titik di pinggir danau, terdapat pasir yang membentar menyerupai pantai, yang menjadi tempat wisatawan berkemah sambil menanti matahari terbit.

Di sekitar Danau Gunung Tujuh hidup berbagai jenis flora dan fauna khas Sumatera, seperti harimau Sumatera, siamang, beruang madu, berbagai jenis burung juga bermacam-macam spesies anggrek dan kantung semar. Tidak jauh dari Danau, terdapat panorama alam lain yang juga dapat dinikmati, yaitu Air Terjun Gunung Tujuh, dengan ketinggian 100 meter.

Untuk mencapai Danau Gunung Tujuh, dapat diawali dari Kota Jambi ke Kota Sungai Penuh selama 10 jam dengan kendaraan umum, lalu lanjut ke Desa Pelompek sejauh 50 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam. Dari Desa Pelompek menuju Danau Gunung Tujuh hanya perlu berjalan kaki selama 2,5 jam.

Sumber : infopenerbangan.com

Kamis, 15 November 2012

Peringatan Tahun Baru Hijriyah Bermula di Amerika Serikat

Jika (anda) mencoba menelusuri info tentang 1 Muharam dari pada web-web yang baru (yang muncul tahun 90an - sekarang), maka hanya muncul sedikit informasi. Justru, jika mau lelah maka, news tentang Tahun Baru Hijriah ada pada buku-buku lama ataupun news tua di web-situs lawas.
Memang, banyak orang tahu atau paham tentang Tahun Baru Hijriyah, namun cuma sedikit yang pahami - ingat bahwa awal mula perayaannya justru dimulai di Amerika Serikat.

Ketika itu, era 70an, ada semacam kebangkitan religiusitas - revival agama-agama di AS, dan kemudia menjalar ke berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Pada era itu, terjadi panen besar agama-agama; tempat-tempat ibadah penuh dengan umat, karena adanya kebangkitan spiritualitas pribadi.

Kebangkitan religiusitas - revival agama-agama tersebut juga berdampak pada umat Islam Amerika atau sering disebut American Moslem (s), yang dulu didominasi oleh pendatang dari Asia/Timur Tengah dan Afrika; dan disebut Islamic Revival - Kebangkitan Islam, [Jadi ingat bahwa, awal Kebangkitan Islam itu bukan di Arab Saudi melainkan Amerika Serikat].  Dampaknya adalah adanya kebebasan dakwah, pembangunan Mushola, Mesjid, dan umat Islam Amerka berani muncul di hadapan publik dengan berjilbab atau pun menyatakan imannya secara terbuka.

Lebih daripada itu, untuk mengibangi semarak Perayaan Tahun Baru Universal yang diadakan setipa 31 Desember - Januari, maka para cendikiawan/ilmuawan Amerika Serikat yang beragama Islam (dan juga para Islamlog dari lintas agama) mencoba menelusuri ulang history Nabi Muhamad dalam/untuk menemukan Awal Hijriyah; dan itu digunakan sebagai Awal Tahun Baru Islam; dan digunakan secara menyeluruh di dunia Islam.

Penetapan tanggal awalnya berdasar pada peristiwa berdasar peristiwa sejarah religius yang berhubungan dengan karya Nabi pada masanya; sehingga ditemukan 4 (empat) peristiwa penting, yaitu,
  1. Dihitung dari kelahiran Nabi Muhammad SAW

  2. Dihitung dari wafatnya Nabi Muhammad SAW

  3. Dihitung dari hari Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama di gua Hira, awal tugas kenabian

  4. Dihitung mulai dari tanggal dan bulan Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah (usul yang yang terakhir ini diajukan oleh Ali bin Abu Thalib)
Tanggal kelahiran Nabi dan permulaan risalah kenabian tidak diambil, karena masih ada debat waktu serta kronologis yang tepat. Tanggal dan waktu wafat pun tak bisa digunakan, karena bisa jadi, perayaan suka cita tahun baru, malah menjadi ratapan kesedihan serta kepiluan. Oleh sebab itu, diambil kesepakatan berdasarkan hijrah Rasul dari Mekah ke Madinah, [dan ini terjadi di AS, pada masa itu].

Akan tetapi, masih ada perbedan tanggal;  Nabi tiba di Madinah pada hari Jumat 16 Rabi’ul Awwal/28 September 622 M; ada juga pendapat Senin 12 Rabi’ul Awwal/5 Oktober 621 M; juga yang menyatakan Jumat 12 Rabi’ul Awwal/24 Maret 622 M.  Agaknya para ahli, pada masa kini, lebih mengacu pada kekhalifahan Umar bin Khatab, yang memutuskan bahwa tahun 1 Islam/Hijriah di awali dengan 1 Muharram bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 M. Peristiwa penetapan kalender Islam oleh Umar ini terjadi pada hari Rabu, dua puluh hari sebelum berakhirnya Jumadil Akhir, tahun ke-17 sesudah hijrah atau pada tahun ke-4 dari tahun pemerintahannya.

Di balik semuanya itu, tanggal pastinya kapan, ada satu hal yang penting yaitu, Hijriyah itu terjadi atau pun fakta sejarah yang bermuatan religius.
Maka, jika hidup dan kehidupan itu sebagai suatu perjalanan religiusitas maka, pada waktunya akan terjadi hijrah dari yang ada ke tak ada; atau dari yang tak baik menjadi lebih baik, dan seterusnya, adanya perpindahan yang diikuti perubahan.
Atau, jika hidup dan kehidupan adalah perjalanan yang terus menerus, maka akan terjadi hijrah dari dunia ketidakabadian ke alam abadi.

Sumber : lifestyle.kompasiana.com

Minggu, 11 November 2012

10 Hewan paling mematikan di bumi

10. Kodok panah beracun



Punggungnya bisa mengeluarkan uap yang berfungsi mengusir predator. Setiap ekor mampu menghasilkan racun yang dapat membunuh 10 orang.


9. Kerbau Cape



Saat berhadapan dengan predator, jenis kerbau ini langsung menyerang. Beratnya 750 kg dengan dua tanduk besar dan tajam. Bahaya yang mengerikan adalah mereka sering berkelompok dan menyerang secara bersamaan.


8. Beruang Kutub



Di alam liar, mereka memangsa singa laut gajah untuk sarapan. Ia dapat dengan mudah menanggalkan kepala anda dengan sekali tampar.


7. Gajah



Gajah membunuh lebih dari 500 orang setiap tahun. Gajah afrika yang rata2 beratnya 8 ton begitu berbahaya, belum lagi gadingnya yang tajam.


6. Buaya Air asin Australia



Dari namanya udah seram bukan? Satu2nya jenis buaya yang hidup di air asin.


5. Singa Afrika



Taring sangat tajam. Cakar setajam silet. Kelaparan. Mahluk ini akan menjadi pemburu yang hampir sempurna.


4. Hiu putih raksasa



Darah di air dapat merangsang hiu2 ini untuk memangsa. Jumlah giginya adalah 3000 buah dan semua digunakan untuk mencabik2 mangsanya.


3. Ubur-ubur kotak Australia



Dikenal pula sebagai lebah laut, ubur2 seukuran mangkok ini dapat memiliki 60 tentakel yang panjangnya masing2 5 meter. Setiap tentakel memiliki 5000 sel sengat yang mengandung cukup racun untuk membunuh 60 orang.


2. Kobra Asia



Walau Kobra Asia tidak memegang rekor ular paling berbisa, ia tetap sangat berbahaya. Lebih dari 50 ribu kematian karena gigitan ular per tahun, kobra Asia yang paling banyak membunuh.


1. Nyamuk



Sebagian besar jenis nyamuk hanya menyebabkan gatal bila menggigit anda. Namun sebagian lagi membawa parasit penyebab malaria. Hasilnya, mahluk kecil ini bertanggungjawab atas kematian lebih dari dua juta orang per tahun.

Sumber : http://indonesiaindonesia.com

Senin, 28 Juni 2010

Bagaimana Alam Semesta Ada

Pada jaman dahulu kala, pengetahuan manusia mengenai alam semesta sangatlah terbatas. Peralatan untuk meneliti angkasa tidaklah secanggih sekarang. Karenanya, kadangkala manusia berpikir yang aneh-aneh tentang munculnya alam semesta. Pendapat bahwa alam semesta itu ada dan selalu ada merupakan yang paling “lucu”. Sebelum manusia memiliki teleskop dan peralatan lain untuk mengamati angkasa, banyak yang mengatakan dengan sekehendak hatinya bahwa alam semesta ini tak memiliki permulaan, namun telah ada dan akan terus ada selamanya. 
Tentu saja itu tidak masuk akal! Rumah dan juga sekolahmu dibangun pada suatu waktu tertentu. Bahkan tulisan yang sedang kamu baca ini pun ditulis pada suatu waktu tertentu. Seperti halnya kamu, ibu dan ayahmu memiliki hari lahir. Berarti segala sesuatu baik benda hidup maupun tidak, muncul pada waktu tertentu. Pernyataan “alam semesta tidak memiliki asal mula, karena ia selalu ada”, sangatlah menggelikan. Tak seorangpun mempercayai pernyataan tersebut sekarang. 
Orang-orang yang menganggap bahwa alam semesta ini selalu ada memiliki pikiran yang lebih menggelikan daripada kawanmu yang mengatakan bahwa patung itu memang selalu ada di sana. Sebuah patung hanyalah batu yang dipahat, sedangkan alam semesta memiliki banyak sekali benda-benda langit dan sistem yang jauh lebih rumit dan ruwet daripada sebongkah batu. 
Berkat penemuan astronomi, semakin jelas pula kesalahan pernyataan bahwa alam semesta selalu ada. Penyelidikan tersebut menunjukkan bahwa, sebagaimana benda lainnya, alam semesta pun memiliki asal mula.
Orang pertama yang membuktikan bahwa alam semesta memiliki awal mula adalah seorang astronom yang bernama Edwin Hubble. (Ingat ya, astronom adalah orang yang mempelajari ruang angkasa, bintang, dan galaksi). Pada suatu hari di tahun 1929, dengan menggunakan teleskop berukuran raksasa, ia mendapati bahwa bintang-bintang itu bergerak.
Gerakan mereka bukanlah pergerakan yang biasa. Bintang-bintang terus menerus bergerak menjauhi kita. Selain itu, mereka juga bergerak saling menjauh satu dengan lainnya. Bila segala sesuatu yang ada di dalam alam semesta bergerak saling menjauh satu sama lain berarti alam semesta terus-menerus bertambah besar.
Belum genap seratus tahun manusia memahami hal tersebut. Sekarang, semua ilmuwan sepakat bahwa bintang-bintang bergerak saling menjauh satu sama lain sebagaimana mereka juga bergerak menjauhi bumi.
Pergerakan bintang-bintang tersebut memberikan informasi yang sangat penting mengenai penciptaan alam semesta. Kenyataan bahwa bintang-bintang saling menjauh satu dengan yang lainnya menunjukkan bahwa dahulu kala mereka itu saling berdekatan. Menurut para ilmuwan, 15 milyar tahun yang lalu alam semesta merupakan suatu titik tunggal sebesar ujung jarum. Alam semesta kita ini muncul ketika titik kecil tadi meledak.
Jika kita juga memutar mundur waktu untuk badanmu, kamu akan tahu bahwa badanmu pun akan hilang diakhir putaran waktu. Setiap kita kembali ke masa lalu, badanmu akan mmengecil dan menjadi lebih kecil lagi, sampai akhirnya kamu menjadi seorang bayi dalam rahim ibumu. Jika kita teruskan lagi, kamu akan sampai pada saat di mana ibumu belum hamil. 
Jadi, alam semesta tidak ada sebelum diciptakan oleh Allah. Jika kita memutar mundur waktu, alam semesta akan menjadi lebih muda. Ia akan mengecil, hingga berupa sebuah titik kecil tak berarti dan akhirnya lenyap. Semua itu menandakan bahwa alam semesta telah “diciptakan.”
Sementara itu, ayo kita mengingat kembali kata “penciptaan” yang kita pakai untuk menjelaskan munculnya sesuatu menjadi ada dari ketiadaan. Hanya Allah yang mampu menjadikan sesuatu dari ketiadaan. Jadi, hanya Allah yang mampu “menciptakan” sesuatu. Manusia juga mampu membuat suatu benda yang sebelumnya tak ada. Misalnya, mereka bisa melukis suatu gambar. Mereka bisa membuat kapal. Namun sebenarnya manusia dapat membuat sesuatu itu dengan menggunakan bahan-bahan yang telah tersedia di bumi dan dengan mencontoh apa-apa saja yang telah ada di bumi. Karena itu, kita tak bisa menyebutnya sebagai “penciptaan.” Penciptaan adalah menjadikan sesuatu “ada” dari sesuatu yang “tiada” tanpa contoh sebelumnya. Allah telah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini, termasuk bumi, dari sesuatu yang tak ada. 
Manusia mencontoh apa saja yang telah diciptakan Allah, bahkan ketika manusia melukis sesuatu. Jika kamu diminta menggambar pemandangan diatas kertas, apa yang akan kamu gambar? Tentunya kamu akan menggambar matahari, gunung, pohon-pohon hijau, pelangi dan lautan. Bagaimanapun, pernahkah kamu berpikir bahwa tak mungkin kamu menggambar sebatang pohon jika kamu belum pernah melihatnya? Bayangkan tentang seseorang yang telah buta sejak lahir. Ia hanya tahu bahwa matahari itu bulat dan terang, jika seseorang menjelaskan kepadanya. Ia hanya akan memiliki gambaran tentang sesuatu jika ia melihatnya. 

artikel : Yahya Harun

Sabtu, 13 Februari 2010

Pemanasan global terhadap Planet Bumi

Summary by:daywalker
Kenaikan Suhu 1 Derajat:

Pada kenaikan suhu 1 derajat, Kutub Utara akan kehilangan es setengah tahun penuh, Atlantik Selatan yang sebelumnya tidak ada badai akan mengalami serangan badai dan di barat AS terjadi kekeringan parah yang mengakibatkan banyak penduduk menderita.

Kenaikan Suhu 2 Derajat

Beruang kutub berjuang untuk hidup saat lapisan es mencair. Lapisan es di Greenland mulai menghilang, sedangkan batu karang menjadi lenyap. Permukaan air laut mengalami kenaikan 7 meter secara global.

Kenaikan Suhu 3 Derajat

Hutan hujan di Amazon mengering dan pola cuaca El Nino bertambah intensitasnya menjadi sesuatu yang biasa. Eropa secara berulang mengalami musim panas yang teramat panas yang sangat jarang terjadi sebelumnya. Jutaan dan milyaran orang akan berpindah dari sub tropik menuju daerah pertengahan garis lintang.

Kenaikan Suhu 4 Derajat

Air laut akan meninggi dan meluap membanjiri kota-kota di daerah pesisir. Menghilangnya lapisan es akan mengurangi banyak persediaan air tawar. Suatu bagian di Kutub Selatan akan tenggelam dan menyebabkan area air yang meluap semakin jauh. Temperatur musim panas di London akan menjadi 45ÂșC.

Kenaikan Suhu 5 Derajat

Daerah yang tidak bisa dihuni semakin menyebar, tumpukan es dan air tanah sebagai sumber air untuk kota-kota besar akan mengering dan jutaan pengungsi akan bertambah. Kebudayaan manusia akan mulai menghilang seiring dengan perubahan iklim yang dramatik ini. Dalam hal ini kelompok yang kurang mampu sepertinya akan menjadi paling menderita. Tidak ada lagi es yang tersisa pada kedua kutub seiring dengan punahnya bermacam species di lautan dan tsunami dalam skala besar memusnahkan kehidupan dekat pantai.

Kenaikan Suhu 6 Derajat

Pada kenaikan suhu 6 derajat, kepunahan massal sebesar 95% akan terjadi; makhluk yang masih hidup akan mengalami serangan badai dan banjir besar yang terus menerus; hidrogen sulfat dan kebakaran akibat gas metana akan menjadi hal yang biasa. Gas ini berpotensi menjadi bom atom dan tidak ada yang mampu bertahan hidup kecuali bakteri. Hal ini akan menjadi “skenario hari kiamat.”

Hal yang lebih menguatirkan adalah karena kompleksnya ekosistem di planet ini, kenyataan akan perubahan iklim ini dapat menjadi lebih buruk dibandingkan dengan perkiraan yang dilakukan secara ilmiah! Prediksi akan efek dari perubahan iklim sangat menguatirkan. Saat menganalisa ulang seluruh data yang ia kumpulkan, Tuan Lynas berpikir, mungkin ia “harus merahasiakan semuanya” karena kebenarannya sangat “menakutkan.” Sebenarnya, beberapa dari perkiraan mulai menjadi kenyataan, sebagai contoh, gelombang panas saat musim panas di Eropa telah mulai mempengaruhi kesehatan manusia, khususnya para manula. Cuaca yang memanas juga menyebabkan malaria dan penyakit lainnya yang bertambah secara regional. Pemanasan global telah membuat lapisan es di China menyusut 7% setiap tahunnya, hal ini dapat berakibat kerusakan yang lebih besar dan memberi efek kepada 300 juta jiwa yang sangat menggantungkan kebutuhan air mereka dari situ. Di India, mencairnya es yang sangat cepat telah menyebabkan 70.000 orang harus pindah dari Pulau Lohachara yang tenggelam, dan kenaikan permukaan laut telah menyebabkan dipindahkannya 20.000 penduduk yang tinggal di dataran paling rendah di Kepulauan Duke of York pada tahun 2000. Pada keadaan yang rentan dari ekosistem serta sistem sosial yang saling terkait satu sama lainnya, planet yang semakin panas juga menyebabkan rantai reaksi yang memicu terjadinya kelangkaan makanan dan air seiring dengan bertambahnya pengungsi sebagai akibat perubahan iklim.

Akan tetapi, Tuan Lynas tidak berniat membuat pembaca pesimis akan masa depan planet ini. Sebaliknya dia menyampaikan peringatan dini secara jelas dan mendesak perhatian internasional akan diperlukannya usaha bersama untuk mengatasi pemanasan global seperti “mengambil tabung pemadam dan memadamkan api.” Tidak diragukan lagi bahwa “api’ tersebut timbul sebagai akibat yang berkaitan dengan perilaku manusia dan berdasarkan analisis data, berbagai jenis emisi yang menyebabkan kenaikan temperature; dan waktu yang tersisa kurang dari 1 dekade saat kenaikan mencapai puncak ‘enam derajat’! Sesuai indikasi yang tercantum di bagan, kita telah mendekati tingkat 2 derajat, dengan demikian pilihan kita satu-satunya adalah bertindak secepat mungkin serta mengurangi emisi karbon dan metana.

Pemanasan global terhadap Planet Bumi Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/humanities/archeology/1892103-pemanasan-global-terhadap-planet-bumi/

Label

Algoritma (3) Bisnis (3) Dunia (8) Film (2) Internet (4) Multimedia (5) Musik (2) Sejarah (13) Sports (9) Teknologi (5) Tips dan Trik (7) Tokoh (12) Transportasi (6) Tutorial 3D (4) Wisata (4)