Selasa, 09 Februari 2010

Bisnis media gak ada matinya

Summary by:j46rix
di era globalisasi sekarang ini memang informasi menjadi barang yang sangat berharga. siapapun orangnya sangat membutuhkan informasi, meskipun tingkat kebutuhan informasi masing-masing orang sangat tergantung pada intelktual, profesi, pekerjaan/jabatan, kepedulian, maupun kepekaan, termasuk kesukaan dari orang-orang yang memerlukan informasi.

seseorang dengan tingkat intelktual yang lebih tinggi seperti kalangan akademisi, tentu lebih banyak membutuhkan informasi tentang iptek yang lebih banyak dari pada seorang lulusan slta yang bekerja di pabrik. wartawan lebih banyak mencari informasi secepat dan seakurat mungkin sebagai sumber berita yang akan diinformasikan kepada pembaca, karena tuntutan profesi. demikian juga seorang bupati lebih banyak membutuhkan informasi komprehensip tentang sosial, politik, ekonomi, budaya di wilayahnya, dibandingkan dengan seorang kades. pengamat, voluntir, dan kaum aktivis biasanya lebih banyak membutuhkan informasi dari pada orang-orang yang masa bodoh, cuek, terserah saja, dan sebagainya.

informasi juga dapat dirinci sesuai dengan kelompoknya seperti informasi bisnis, informasi olah raga, informasi politik, informasi wisata, informasi hiburan, dan masih banyak lagi. setiap kejadian dapat diinformasikan dari berbagai sudut pandang informan maupun dari sisi penerima informan.

gempa yang melanda sumbar banyak diinformasikan dari berbagai sudut pandang informasi seperti ; sosial, keamanan, ilmu pengetahuan, lingkungan, dan sebagainya. pengalihan bahan bakar dari mitan ke lpg juga banyak yang menyoroti dari berbagai sisi seperti ; bisnis, esdm, distribusi, transportasi, sampai dengan sisi politiknya.

di daerah, banyak yang menyelenggarakan perhelatan seperti pilkada, hari jadi, dan acara-acara seremonial lainnya yang banyak dijadikan sumber informasi.

demikian pula presiden sby dalam kegiatan memilih calon menteri belum lama ini banyak memberi sumber berita, karena setiap tahapan penjaringan, audisi, sampai materi wawancara dapat diinformasikan melalui calonnya dan diliput oleh berbagai media. hebatnya lagi, calon-calon menteri yang menduduki jabatan politis strategis dipanggil belakangan. jadi memang seperti dibuat suatu rentetan ketegangan yang klimaksnya ada pada pemberitahuan sosok menteri yang bakal "mempengaruhi" situasi dan kondisi politik indonesia.

meskipun beberapa pengamat mengomentari negatif atas cara-cara sby tersebut, tapi bagi kalangan bisnis media menangkapnya sebagai peluang usaha berita yang gak ada matinya.

Bisnis media gak ada matinya Originally published in Shvoong: http://id.shvoong.com/business-management/information-technology-management/1953378-bisnis-media-gak-ada-matinya/

Tidak ada komentar:

Label